Kamis, 27 September 2012

Tanaman Obat Untuk Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis bisa juga terjadi karena infeksi virus lain, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Hepatitis yang bukan disebakan virus biasanya disebabkan oleh alkohol dan obat-obatan.

Jenis Virus Hepatitis

  • Virus hepatitis A
Virus hepatitis A biasanya menyebar melalui vecal oral. Penyebaran ini terjadi biasanya karena penderita atau orang sekelilingnya kurang menjaga kebersihan. Di negara-negara berkembang banyak virus hepatitis yang ditularkan melalui air, minuman dan makanan.
  • Virus hepatitis B
Penularan virus hepatitis B tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Misalnya memakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau hubungan seksual (baik heteroseksual maupun homoseksual).
Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B juga menularkan virus kepada bayinya selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.
  • Virus hepatitis C
Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita "penyakit hati alkoholik" seringkali menderita hepatitis C.
  • Virus hepatitis D
Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki risiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.
  • Virus hepatitis E
Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.
  • Virus hepatitis G
Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini. namun belum terlalu diketahui.
Virus-virus lain yang dapat menyebabkan hepatitis :


 Tanaman Obat Untuk Hepatitis

Akhir-akhir ini banyak berita baik yang dimuat di media elektronik maupun media cetak yang memberitakan kisah kesembuhan mantan menteri koperasi kabimet reformasi yaitu Bapak Adi Sasono yang sembuh dari Hepatitis dan Kanker hati setelah minum VCO (Virgin Coconut Oil) secara rutin selama beberapa bulan. Berita-berita kesembuhan berbagai macam penyakit terus beredar yang menyatakan kesembuhan itu adalah setelah rutin minum VCO. Berita-berita tersebut membuat VCO banyak diburu masyarakat yang tentunya haus akan pengobatan herbal yang aman dan ampuh. Sejak tahun 2005 produsen VCOpun bermunculan dimana-mana. VCO yang mereka tawarkan laris seperti menjual kacang goreng. Tetapi sayangnya belum ada lembaga yang mengatur atau memberi standarisasi kualitas VCO.

VCO mengandung beberapa jenis asam lemak yang sangat bermanfaat bagi tubuh terutama asam laurat. Asam laurat ini didalam tubuh diubah menjadi monolaurin. Dan monolaurin inilah yang kemudian melawan virus hepatitis jenis apapun.

VCO dengan kualitas terbaik biasanya mengandung kadar asam laurat diatas 50%. Akan lebih baik lagi jika VCO tersebut diolah dari kelapa hijau yang kabarnya kandungan manfaatnya jauh lebih bagus dari pada kelapa biasa. Dan kabar itupun membuat para produsen VCO dewasa ini banyak memburu petani kelapa hijau dan menjadikan kelapa hijau sebagai bahan untuk membuat VCO kelapa hijau berkualitas tinggi.

VCO kelapa hijau dijual dengan harga yang sangat variatif. Perbedaan harga ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pertama adalah harga bahan baku (kelapa hijau). Ditempat sentra kelapa hijau tentu saja bahan baku akan lebih murah dan bea transportasi bisa ditekan. Faktor kedua adalah sumber daya manusia. Jika SDM disuatu tempat banyak dan bersedia dibayar murah, tentu hal ini juga berpengaruh pada bea produksi dan harga VCO yang dikeluarkan.



    

 

Tanaman Obat Untuk Kaligata

Urtikaria (dikenal juga dengan “hives, gatal-gatal, kaligata, atau biduran”)yaitu kondisi kelainan kulit berupa reaksi vaskular terhadap yang disebabkan oleh beberapa faktor. Pada umumnya disebabkan oleh suatu reaksi alergi dengan gejala berupa kulit kemerahan (eritema) dengan sedikit bentol-bentol (elevasi) kulit yang timbul secara cepat setelah dicetuskan oleh faktor presipitasi dan bentok-bentol ini kadang-kadang hilang dengan sendirinya tetapi kadang-kadang juga lama sembuhnya.
Meskipun pada umumnya penyebab urtikaria diketahui karena rekasi alergi terhadap alergen tertentu, tetapi pada kondisi lain dimana tidak diketahui penyebabnya secara signifikan, maka dikenal istilah urtikaria idiopatik. Urtikaria adalah gangguan dermatologi yang paling sering terlihat di UGD. Eritema berbatas tegas dan edema yang melibatkan dermis dan epidermis yang sangat gatal. Urtikaria dapat bersifat akut (berlangsung kurang dari 6 minggu) atau kronis (lebih dari 6 minggu). Berbagai macam varian urtikaria antara lain imunoglobulin E akut (IgE)-dimediasi urtikaria, kimia-induced urticaria (non-IgE-mediated), vaskulitis urtikaria, urtikaria autoimun, urtikaria kolinergik, urtikaria dingin, mastositosis, Muckle-Wells syndrome, dan banyak lainnya.
Secara fisik urtikaria  mirip dengan berbagai penyakit kulit lain yang serupa dalam penampilan antara lain pruritus termasuk dermatitis atopik (eksim), erupsi obat makulopapular, dermatitis kontak, gigitan serangga, eritema multiforme, pityriasis rosea, dan lainnya. Tetapi tentu saja mudah membedakan urtikaria dengan penyakit kulit lainnya karena bentol-bentolannya khas dan biasanya datang mendadak serta cepat menyebar.


Sejumlah faktor, baik imunologik dan nonimunologik, dapat terlibat dalam patogenesis terjadinya urtikaria. Urtikaria dihasilkan dari pelepasan histamin dari jaringan sel-sel mast dan dari sirkulasi basofil. Faktor-faktor nonimunologik yang dapat melepaskan histamin dari sel-sel tersebut meliputi bahan-bahan kimia, beberapa obat-obatan (termasuk morfin dan kodein), makan makanan laut seperti lobster, kerang, dan makanan-makanan lain, toksin bakteri, serta agen fisik. Mekanisme imunologik kemungkinan terlibat lebih sering pada urtikaria akut daripada urtikaria kronik. Mekanisme yang paling sering adalah reaksi hipersensitivitas tipe I yang distimulasi oleh antigen polivalen yang mempertemukan dua molekul Ig E spesifik yang mengikat sel mast atau permukaan basofil.

Tanaman Obat Untuk Urtikaria atau Kaligata adalah Daun Bangle
Bangle (Zingiber montanum (J.König) Link ex A.Dietr. = syn. Zingiber cassumunar, syn. Z. purpureum Roxb.) adalah salah satu tanaman rempah-rempah anggota suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpangnya dimanfaatkan sebagai bumbu dapur dan bahan pengobatan. Tumbuhan ini dikenal diberbagai tempat dengan nama yang bervariasi: mungle (Aceh), bungle (Tapanuli), kunik bolai (Rana Minang), banglee'iy (Rejang), panglai (Pasundan/Sunda), pandhiyang (Madura), bale (Makassar), panini (Bugis), unin makei (Ambon).
Bangle ditemukan di kawasan India selatan yang beriklim tropis dan kawasan Asia Tenggara seperti : vietnam, thailand, malaysia, indonesia, myanmar, laos dan kamboja.